Kegiatan Pelestarian Lingkungan dan Swasembada Pangan, Ini Pesan Gubri Abdul Wahid
PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menghadiri kegiatan penanaman pohon dan jagung pipil dalam rangka pelestarian lingkungan dan swasembada pangan di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya Pekanbaru, Senin (21/4/2025) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Riau, Forkopimda, Kajati Danrem, Pengadilan tinggi, serta Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, LAMR Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, dan seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Dalam sambutannya, gubri mengucapkan terima kasih kepada Walikota Pekanbaru terhadap inisiasinya dalam memberikan jaminan terhadap ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas inisiasi yang dilakukan oleh walikota pekanbaru beserta jajaran dalam rangka memberikan jaminan terhadap ketahanan pangan yang kedua pelestarian lingkungan," ujarnya.
Kata Abdul Wahid, orang melayu mengibaratkan seorang pemimpin itu seperti pohon, dahannya kokoh tempat bersandar, akarnya lebar tempat bersila, dahannya kuat tempat bergantung, daunnya lebat tempat berteduh.
"Begitulah bahwa hakikat seorang pemimpin dalam melayu artinya, dia harus memberikan manfaat," tambahnya.
Dalam kesempatan itu pula, Abdul Wahid menyampaikan, gerakan penanaman dan pelestarian tersebut tidak bisa menjadi gerakan pemerintah saja, melainkan keikutsertaan masyarakat bersama.
"Gerakan ini tidak bisa menjadi gerakan pak walikota sendiri, tidak bisa gerakan gubernur sendiri maupun gerakan pak Kapolda, ini semua harus menjadi gerakan bersama, sehingga ini akan membangun kesadaran bersama," jelasnya.
Terakhir, ia menyebutkan pepatah melayu yang menyatakan bahwa tidak boleh menebang pohon sembarangan.
"Ada pepatah melayu yang mengatakan, jangan di tebang pohon di rimba karena banyak gaharu dan damar. Yang mana memiliki makna bahwa kita tidak boleh menebang pohon sembarangan, karena ada manfaatnya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah dalam mendukung program nasional swasembada pangan dengan menyiapkan lahan pertanian seluas 47 hektare.
Lahan ini akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung pipil dan padi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.
Program ini tak hanya fokus pada tanaman pangan. Dalam kegiatan tersebut, juga akan dilakukan penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan penghijauan serentak yang melibatkan ASN Pemko Pekanbaru dan kelompok tani.**
