BREAKING NEWS
ADVERTISEMENT
Designed by Gila Temax

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump Dengan Perdana Menteri India Narendra Modi Bahas Perdagangan hingga Rusia vs Ukraina



Jakarta || Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam upaya meredakan ketegangan antara dua negara dengan ekonomi besar tersebut di tengah perselisihan soal tarif dan pembelian minyak Rusia oleh New Delhi.

Trump menyebut percakapan itu berlangsung “sangat baik” dan ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Modi dalam unggahan di media sosial pada Selasa (16/9).

“Dia melakukan pekerjaan yang luar biasa,” kata Trump. “Narendra: Terima kasih atas dukungan Anda dalam mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina!”

Panggilan itu dilakukan bertepatan dengan dimulainya kembali perundingan perdagangan kedua negara pekan ini. Kedua belah pihak menggambarkan pembicaraan itu positif, di tengah upaya memperbaiki hubungan setelah Trump bulan lalu menaikkan tarif ekspor India menjadi 50%. Kenaikan dua kali lipat dari tarif 25% itu ditujukan untuk menanggapi hambatan dagang India sekaligus memberi tekanan atas keputusan New Delhi tetap membeli energi dari Rusia.


Dalam unggahannya di X, Modi menegaskan bahwa India mendukung “inisiatif Trump untuk resolusi damai konflik Ukraina.”

Ukraina dan sekutunya berpendapat bahwa pembelian energi Rusia oleh India dan China melemahkan sanksi global terhadap Presiden Vladimir Putin, yang bertujuan menekan Kremlin agar mengakhiri perang dengan Ukraina. Pejabat India membela keputusan tersebut dan menyatakan akan terus membeli minyak Rusia selama masih menguntungkan secara ekonomi.

Pasar saham India menguat pada Rabu, sementara nilai rupee juga naik terhadap dolar AS. Sejumlah analis menilai ada peluang perbaikan hubungan India-AS usai percakapan kedua pemimpin itu.

“Ini adalah pendekatan ‘carrot and stick’ khas Trump,” kata Amitendu Palit, peneliti senior bidang perdagangan dan ekonomi di Institute of South Asian Studies. “Pejabatnya tetap kritis terhadap India, tapi ada pemahaman bahwa jalur diplomasi tetap perlu dijaga.”

Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro terus menekan India untuk menghentikan pembelian minyak Rusia. Ia bahkan menyebut konflik Ukraina sebagai “perangnya Modi.”

Sebelumnya, AS dan India berkomitmen menyelesaikan perjanjian dagang bilateral pada musim gugur ini. Namun, pembicaraan menemui jalan buntu, terutama karena sikap Trump yang makin keras terkait kedekatan India dengan Rusia dan penolakan New Delhi membuka akses pasar produk susu serta pertanian.

Dalam pernyataannya, Modi menambahkan bahwa India “sepenuhnya berkomitmen membawa Kemitraan Komprehensif dan Global India-AS ke tingkat yang lebih tinggi.”

Meski begitu, belum jelas bagaimana AS dan India akan menyelesaikan sengketa terkait pembelian minyak Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga mendesak sekutu lainnya, termasuk negara-negara G-7, untuk memperketat sanksi terhadap India dan China, dua pembeli energi terbesar Rusia.

Langkah tambahan tersebut berpotensi memperumit upaya mencapai kesepakatan dagang dengan New Delhi sekaligus mengganggu gencatan dagang rapuh antara Washington dan Beijing.

“Panggilan ini menunjukkan ada tanda mencairnya hubungan, tapi sebaiknya jangan terlalu cepat menarik kesimpulan,” kata Biswajit Dhar, profesor di Council for Social Development, sebuah lembaga riset berbasis di New Delhi. “India sudah menaruh semua kartunya di atas meja. Kini tinggal menunggu respons Amerika.”

 ( Di Kutip Dari Bloomberg )
Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by Gila Temax
ADVERTISEMENT
Designed by Gila Temax
ADVERTISEMENT