Mentri Purbaya Bicara Danantara & Sindir Janji Kilang Minyak PertaminaMentri Purbaya Bicara Danantara & Sindir Janji Kilang Minyak Pertamina
![]() |
| Mentri Purbaya Bicara Danantara & Sindir Janji Kilang Minyak Pertamina |
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons anggapan soal adanya seteru dengan Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani dalam dapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR Selasa (30/9/2025) lalu.
Seteru tersebut imbas aduan sejumlah BUMN seperti Pertamina dan PLN yang belum menerima dana kompensasi penugasan dari pemerintah, termasuk sindiran Purbaya soal janji Pertamina yang kunjung bangun kilang minyak.
"Itu memang kewajiban mereka [sesuai janji]. Kalau mereka punya rencana bangun kilang, ya [langsung] jalanin aja. Jadi enggak ada salah pendapat," ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP Kemenkeu, dikutip Kamis (2/10/2025).
Purbaya menekankan jika janji Pertamina untuk membangun kilang baru tersebut merupakan hal yang penting. Itu, lanjut dia, diharapkan dapat menghemat anggaran subsidi BBM dan nilai tambah bagi negara.
"Supaya kita bisa menghemat subsidi. Disamping itu juga value added-nya sebagian akan diciptakan di sini, bukan di negara lain," tutur dia.
Adapun, Purbaya sebelumnya merasa kesal akibat mandeknya investasi kilang baru PT Pertamina (Persero)
Purbaya membeberkan Pertamina belum membangun kilang baru sejak krisis 1998 yang berakibat pada ikut naiknya belanja impor bahan bakar minyak (BBM) setiap tahunnya
Konsekuensinya, Pertamina mesti membeli BBM dari Singapura untuk menambal kebutuhan domestik yang terus meningkat.
“Sejak krisis sampai sekarang tidak ada kilang baru, kalau bapak ibu ketemu Danantara lagi, minta Pertamina bangun kilang baru,” kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (30/9/2025) lalu.
Padahal, dia sebenarnya sudah pernah meminta Pertamina untuk membangun kilang baru sejak bertugas di Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi pada 2018.
Bahkan, dia membeberkan, sempat menawarkan Pertamina untuk bekerja sama dengan perusahaan China untuk membangun kilang di dalam negeri. Hanya saja, menurut dia, tawaran itu ditolak Pertamina.
“Pertamina bilang keberatan dengan usul tersebut karena sudah overkapasitas. Waktu itu saya kaget, 'overkapasitas apa?'” ujarnya. Tetapi, hingga saat ini janji tersebut belum kunjung direalisasikan.
Red,,,
